HomeINSPIRASIBekal Dari Maestro, Jurnalis Senior, Sosok Multitalenta

Bekal Dari Maestro, Jurnalis Senior, Sosok Multitalenta

Penulis: Ir. Vickner Sinaga, M.M., Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (2025-2030).

DAIRI – Kamis 20.02.25, sesuatu akan ditorehkan dalam sejarah perjalanan NKRI, ujar Mendagri Tito Karnavian. Hampir 500 pasang Kepala Daerah Propinsi, Kabupaten dan Kota akan dilantik, langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di istana negara, Jakarta. Pertama kali dalam sejarah, lanjutnya.

Gubernur & Wakil, Bupati & Wakil serta Walikota serta Wakil, hasil pilkada serentak dilantik bersamaan. Sisanya menunggu hasil PHPU di Mahkamah Konstitusi.

Untuk pertama kali juga, langsung lanjut program pembekalan di Akmil Magelang. Tak tanggung, durasinya delapan hari. Kolaborasi Lemhannas dan Kementrian Dalam Negeri.

Mengikuti program ini, empat hari sebelumnya, aku terbang dari Kualanamu menuju Bandara Soetta penerbangan dengan Garuda pukul 10.20 Wib.

Untuk itu, dua hari berturut dilakukan gladi kotor dan gladi bersih. Paska proses check in sudah di ruang tunggu pukul 09.00 Wib. Waktu masih longgar. Kupakai kesempatan ini mengirim wa ke seorang maestro, multi talent. Meminta menulis Kata Pengantar buku Solusi Out of The Box seri -5, Sub judul Indah Pada Waktunya. Buku ke sebelas karyaku, yang direncanakan terbit tanggal 22 Februari 2025.

“Kapan deadline nya? respon jurnalist senior, Dahlan Iskan. “Masih ada waktu dua hari”, jawabku, sambil mengetik kisi-kisi isi buku tersebut. Tombol enter pun kutekan. Tentu sesudah cek and recek. Mencegah agar jangan sampai ada yang salah persepsi.

Aku terhenyak, “Kata Pengantar” dimaksud sudah jadi. Goyah logika berpikirku, sudah tuntas sebelum kami boarding. Sang jurnalist legenda, mantan menteri ini memang selalu penuh kejutan. Substansi dari tulisan pak Dis, panggilan akrabnya, ternyata menyerempet juga pilkada serentak ini. Khususnya hasil pilkada seorang mantan rekan se timnya, bawahannya dulu.

Sebagaimana apa adanya ku lampirkan dibawah ini. Sesuai aslinya, tanpa koreksi apapun. Sekali lagi, tulisan “Kata Pengantar” tercepat dalam sejarah, produk jadi dalam 30 menit saja. Sungguh luar biasa, setidaknya menurutku.

Bagiku, isi dan substansinya sangat relevan menjelang memulai masa pengabdian di lima tahun mendatang. Menyemangati dan memberi spirit ekstra. Dengan spektrum yang lebih luas.

Berharap juga, memberi insight, syukur-syukur motivasi bagi yang membacanya. Tanpa bermaksud flexing, atau proud yang berlebihan, mari kita simak. (*).

        Vickner 2025
    Oleh Dahlan Iskan

Ketika saya menulis kata pengantar buku seri-5, Solusi Out of The Box, posisi penulisnya, Vickner Sinaga, sudah berbeda dengan saat ia menuliskannya.

Kini, di bulan Februari 2025, Vickner Sinaga sudah terpilih sebagai bupati di tanah kelahirannya, Kabupaten Dairi, di pedalaman Sumatera Utara.

Jarak antara ia menjabat direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan terpilih sebagai bupati cukup lama: hampir 10 tahun. Saya bisa membayangkan betapa gelisah jiwanya. Ia orang yang terbiasa kerja keras. Badannya sehat dan kuat.

Pemikirannya jernih. Orientasinya ke yang serba produktif. Salah satu kesibukan untuk mengisi waktu gelisah itu adalah menulis buku. Harusnya sejak lama ia menulis buku. Pengalamannya begitu panjang dan menantang. Pasti menarik untuk jadi bahan pelajaran bagi orang yang ingin maju.

Kesibukannya yang tinggi membuat Vickner baru punya waktu ketika sudah tidak menjadi direktur PLN. Maka dengan cepat ia mampu menulis buku berseri-seri. Bagi Vickner itu tidak sulit. Yang ia tulis adalah pengalamannya sendiri. Maka buku ini sangat orisinil. Bukan hanya berdasar literatur tapi berdasar kenyataan di lapangan.

Apalagi Vickner begitu banyak melakukan terobosan. Ia begitu banyak membuat langkah-langkah baru. Out of the Box. Bacalah sendiri buku ini. Anda akan menemukan apa yang saya tulis ini.

Zaman Pak Vickner Sinaga menjadi direktur PLN adalah zaman sulit-sulitnya PLN. Serba tidak cukup. Pasokan listrik tidak cukup. Jaringan tidak cukup. Travo tidak cukup.

Dari yang serba tidak cukup itu Pak Vickner Sinaga bertanggung jawab atas wilayah yang paling tidak cukup: Indonesia Timur. Dari semua kesulitan ia mendapat wilayah yang paling sulit.

Justru itu yang membuat Pak Vickner bisa mengeluarkan segala pemikirannya untuk mengatasi kesulitan yang tersulit. Ia jelajahi wilayah-wilayah sulit nan jauh. Misalnya Sumba Barat Daya. Pulau-pulau kecil di Maluku Tenggara. Pegunungan-pegunungan bisu di pedalaman Jayawijaya Papua.

Hidup Pak Vickner adalah hidup yang tidak mudah. Tapi saya, sebagai direktur utama PLN saat itu mencatat kehebatan beliau. Tidak mengeluh. Tidak menyerah. Pantang mundur.

Kini Pak Vickner jadi bupati di pedalaman Sumut. Bagi Pak Vickner Dairi masih lebih mudah dibanding Jayawijaya. Benar bahwa Dairi harus dibuat maju. Saya yakin ia bisa. Ia sudah teruji. Apalagi di sini menyangkut kampung halaman sendiri. Ia akan all out memajukan kampung halamannya.

Saya membayangkan otak Pak Vickner sekarang sangat penuh dengan ide. Yakni ide memajukan Dairi. Ide yang sudah sejak lama ia tumpuk di otaknya. Penuh. Sampai ingin meledak. Kini saatnya otak yang penuh ide itu diledakkan untuk kemajuan Dairi.

Selamat berjuang untuk kemajuan kampung halaman!