
TARAKAN – Seminggu terakhir, pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Kota Tarakan mengeluhkan air berwarna keruh. Awalnya, PDAM Tarakan menduga air keruh tersebut berasal dari sumber air baku di Indulung, sehingga mengalihkan sumber air baku ke Kampung 1.
Namun, setelah dilakukan investigasi lebih lanjut, tim PDAM berhasil mengidentifikasi penyebabnya, yaitu zat kimia anti bakteri.
“Ada campuran zat kimia untuk membunuh bakteri yang menyebabkan air menjadi keruh, dan baru terdeteksi kemarin setelah kami melakukan uji lab. Sudah ganti formulanya dan kami pantau hingga tadi subuh, dan air kami pastikan jernih,” jelas Direktur PDAM Tarakan, Iwan Setiawan, S.Pd., M.M., Senin (10/03).
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa zat kimia tersebut digunakan untuk membunuh bakteri dalam air, namun ternyata menimbulkan efek samping berupa air yang keruh.
PDAM Tarakan telah mengambil langkah cepat dengan mengganti formula zat kimia yang digunakan dan meningkatkan pemantauan kualitas air setiap jam.
“Kami sudah melakukan penggantian dan terus memantau kondisi air secara berkala. Air keruh yang terjadi kemarin sebenarnya masih aman untuk digunakan, hanya perlu didiamkan terlebih dahulu hingga kotoran mengendap di bagian bawah, setelah itu air bisa digunakan seperti biasa,” katanya.
Iwan Setiawan menegaskan, PDAM Tarakan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan kontrol kualitas air untuk memastikan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami akan terus memastikan air yang dialirkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan,” pungkasnya. (*)